Latihan Penanggulangan Terorisme oleh Satgultor TNI 2019

 

 

 

 

Subgar 0502/JU melaksanakan perbantuan pengamanan Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI TA 2019 pada hari Selasa tanggal 9 April 2019 Pukul 07.40 WIB bertempat di Venue Jetsky dan Hotel Mercure Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara yang diselengarakan oleh Korps Marinir dihadiri +/- 972 personil dan sebagai penanggung jawab latihan yaitu Panglima TNI.

Tampak Hadir dalam latihan tersebut  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Djahjanto, Kasad Jendral TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kasum TNI Letjen TNI Jony Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI Herindra, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Supit, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Aspres Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Asops Kasal Laksda TNI Didik Setiono dan Pangkormada I Laksda TNI Yudo Margono.

Adapun rangkaian kegiatan yaitu pembukaan, penjelasan pelaksanaan latihan,  pemutaran video mekanisme Latgultor TNI Thn 2019, Panglima TNI beserta undangan menuju titik tinjau, Pelaksanaan, Panglima TNI beserta undangan menuju ke tempat ramah tamah dan ramah tamah

Kolonel Inf Maman Suparno selaku Wasdal menjelaskan tema latihan Satgultor TNI melaksanakan penanggulangan aksi terorisme di wilayah DKI Jakarta. Dalam rangka mendukung tugas pokok TNI diantaranya adalah penanggulangan terorisme. Materi latihan bertujuan memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia dan dunia internasional tentang eksistensi TNI dalam bentuk kemampuan teknik dari Satuan Gultor TNI dalam penanggulangan terorisme.

Ke depan yang akan kita dihadapi adalah kelompok teroris atau separatis dimana kelompok ini telah terhenti oleh serangan pasukan polisi di Suriah, kelompok ini memiliki militan yang mahir dalam penggunaan senjata, ahli merakit bahan peledak yang selalu menyerukan kepada kelompoknya untuk melanjutkan perjuangan dan melaksanakan aksi amaliah di negaranya masing-masing. Kelompok asal Indonesia akan kembali ke Indonesia melalui Filipina dibantu oleh kelompok Abu Sayyaf dan mereka berafiliasi dengan sel-sel yang berada di Indonesia serta para simpatisan Abu Bakar Ba’asyir dan Maman Abdurrahman.

Dalam skenario latihan di Hotel Mercure Ancol akan diselenggarakan rapat antara KPU dan Bawaslu yang dihadiri beberapa pejabat tinggi negara, bersamaan dengan itu di Venyu Jetski Ancol juga diselenggarakan Lomba Internasional yang diikuti beberapa kontingen dari negara asing dan dihadiri oleh Menpora. Selanjutnya terjadi serangan teroris yaitu pengeboman Hotel Mercure disertai penyanderaan dan penguasaan lokasi oleh teroris Lalu diawali dengan proses negosiasi, pada saat negosiasi gagal maka tindakan dari Satgultor TNI melumpuhkan kelompok teroris dan mengevakuasi korban.

Pasukan yang terlibat latihan penanggulangan terorisme jumlah -+ 972 personel, terdiri dari : Kosatgas  24 pers, Tim Pelaku Lapangan 476 pers, Sat 81 Kopassus 130 pers, Denjaka 136 pers, Sat Bravo 120 pers, Satkomlek 50 pers, UBL 28 pers, VC 4 pers dan MCCV 8 pers.

Pendukung Material Latihan berupa Heli 4 unit, Sea Rider  3 unit, Ransus 9 unit, Rantis 8 unit, Ran Jimbo 3 unit, Mccv 2 unit, Ambulance 3 unit, Truck 10 unit, Bus 3 unit, Komob 1 Unit, Jet Ski 5 unit dan sepeda motor 4 unit

Setelah Latihan  Penanggulangan Terorisme selesai dilanjutkan ramah tamah dan photo bersama, kemudian Panglima TNI memberikan pernyataan dalam Pemilu, sbb :

  1. Netralitas TNI
  2. TNI siap mengamankan pemilu thn 2019
  3. Apabila ada yang sengaja memecah belah itu tanggung jawab saya seorang Panglima TNI
  4. TNI harga mati dari rakyat untuk rakyat

Pukul 10.23  WIB Panglima TNI berserta Kepala Staf  meninggalkan lokasi latihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *